Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Mengutip dari keterbukaan kepada BEI, manajemen BSI menyampaikan perkiraan nilai jumlah buyback sebesar-besarnya Rp500 miliar termasuk biaya transaksi dan biaya lainnya yang timbul sehubungan dengan kasi ini. Dana untuk buyback berasal dari kas internal perseroan.
"Pembelian kembali saham oleh perseroan dengan perkiraan nilai buyback tersebut tidak melebihi 20% dari modal disetor perseroan," demikian pengumuman BSI pada Senin (26/10/2026).
Pelaksanaan buyback diperkirakan mulai hari ini atau Selasa (27/10/2026) hingga 26 Januari 2027. Saham hasil buyback ini nantinya akan dialihkan dengan tata cara sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatur mengenai pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.
Adapun, perseroan memperkirakan usai buyback menggunakan dana kas internal, maka aset dan ekuitas akan menurun senilai setara dengan nilai buyback atau sebesar-sebesarnya Rp500 miliar.
"Pelaksanaan buyback diperkirakan tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target Perseroan," demikian penjelasan BSI.
Terkait dengan harga dalam pelaksanaan buyback, manajemen menyebutkan akan dilaksanakan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan sejumlah ketentuan berlaku, termasuk POJK 13/2023.
Pada perdagangan hari ini, saham BRIS bertengger pada level Rp1.140 per saham pada pukul 09.14 WIB atau menguat 8,06%. Sementara sepanjang tahun berjalan BRIS mengalami pelemahan 48,65%.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
